INVESTIGASI ENGINEERING


Tanggal          :   April 2013
Judul               : Problem Slidegate Ladle No 13 Unit SSP 1 PT Krakatau Steel (Persero)Tbk
Report by       : Riki Gana

=====================================================

PROLOG

Telah terjadi problem di ladle no 13 pada tanggal 10 April 2013 shift III/IV no heat 805762 grade 2A1715AD di duga akibat adanya baja balik yang selanjutnya menempel pada slider dan frame housing dan macetnya slide gate  (Baja rest 80 ton ).

KRONOLOGI KEJADIAN

  • Ladle No 13. Mulai casting di CC II jam 21.20 pada saat slide gate dibuka baja tidak keluar (opening rate not ok) .
  • Ladle shroud dibuka dan dilakukan injeksi oksigen 2 kali.
  • Setelah baja keluar kemudian dipasang kembali ladle shroud.
  • Setelah casting kurang lebih 15 menit (40 ton) slide gate digerakan tidak bisa, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan (problem besar) maka casting di stop dan ladle diputar ke ladle emergency.
  • Baja cair kemudian dipindah ke ladle no 16.

INVESTIGASI & ANALISA PENYEBAB

Pada saat ladle 3.1 diposisi stand pre heating dilakukan pengecekan awal. Dimana pada daerah luar slidegateterdapat baja cair yang menempel pada slider dan frame housing, dan adanya lelehan baja beku pada lubang long nozzle, hal ini mengindikasikan adanya muncratan baja (baja balik) yang terjadi saat casting dilakukandan kemudian menghambat pergerakan slide gate ( Gambar 1& 2 ).

Kemudian untuk memastikan apakah terjadi penetrasi atau tidak (pada refraktori cassete plate –upper & lower), kami lakukan pembongkaran pada komponen slidegate tersebut.Setelah dilakukan pembongkaran, tidak ditemukan adanya baja cair yang menempel pada cassete, sehingga mengindikasikan bahwa tidak ada penetrasi atau tidak ada baja yang keluar dari upper plate dan lower plate ( Gambar 3).

SAM_3132

Catatan Tambahan:

Pada saat diamati lebih rinci, pada upper plate terdapat lelehan baja disekitar lubang (tidak dalam jumlah yang sangat banyak).Dengan dilakukannya injeksi oksigen dua kali (karena opening rate not ok) menyebabkan percikan baja menempel di sekitar lubang cassete, dalam jumlah yang banyak hal ini bisa mengganjal pergerakan SG. Disamping itu, akibat adanya perubahan sistem automasi pada saat casting di SSP 1, akan menyebabkan pergerakan slidegate sangat cepat sehingga menimbulkan deposit/fins, adanya deposit/fins dalam jumlah banyak ini akan mengganjal pergerakan dari SG (macet).

KESIMPULAN

Dari bukti-bukti yang didapat maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Tidak terjadi penetrasi pada celah cassete plate (antara upper dan lower), problem yang terjadi karena adanya baja balik saat opening rate tidak bagus dan dilakukannya injeksi oksigen sehingga ada baja yang menempel pada slider, frame housing dan long nozzle menyebabkan terhambatnya pergerakan slide gate.
  2. Deposit/fins baja yang terjadi akibat adanya sistem automasi di mesin Concast SSP 1 dalam jumlah banyak akan menyebabkan terganjalnya pergerakan slide gate.

 LANGKAH PERBAIKAN & SARAN

  1. Mengusulkan kepada pihak operasi PT SMS agar dilakukan pengarahan/ sumbang saran danup-gradingterkait pelaksanaan SOP di SSP 1.
  2. Mengoptimalkan fungsi pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan terutama untuk pengecekan cassete plate.
  3. Untuk mengecek fins dan mengetahui erosi agar setiap heat cassete plate dicek menggunakan fuller dan apabila fuller sudah lewat batas yang ditentukan caseteharus diganti.
  4. Sebagai langkah pencegahan, setiap turun casting agar dilakukan pengecekan pada mounting bolt dan fastening screw (baut tension element). Apabila saat pengecekan ditemukan hal yang janggal maka hubungi atasan terkait dan pengawas KS.
  5. Setiap penggantian Nozzle ladle baru agar dilakukan pengecekan tension element (tekanan spring) tekanan maksimum 60 kN min 38 kN dan apabila pada saat pengecekan tekanannya sudah 38 kN agar diputuskan tidak dioperasikan (informasikan keatasan yang bersangkutan dan pengawas KS).

PENUTUP

Demikian laporan ini dibuat, semoga menjadi bahan koreksi bersama untuk perbaikan pada waktu yang akan datang. Atas kerjasamanya kami haturkan terima kasih.

****

//

ANALISIS KEGAGALAN REFRAKTORI CASTABEL

Galeri ini berisi 1 foto.


Faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan refraktori kastabel dapat dianalisis sebagai berikut: 4.1     Konstruksi/ Pemasangan Kastabel Komposisi kastabel tidak sesuai dengan kinerja operasi tungku/dapur (keslahan rancangan komposisi dan atau distribusi partikel butiran). Penyiapan massa aduk kastabel-air. 1)      Kelebihan air pencampur. 2)      Terlalu lama proses pengadukan dan atau waktu pemasangan/pengecoran. Pekerjaan konstruksi pemasangan kastabel. a)      Densitas tidak sesuai … Baca lebih lanjut