” MERINDU HUJAN “


#
Mengalirlah sudah dia
mengalir deras
Sejukkan tanah bumi
sejukkan hati

Mengalirlah..

#
Apa yang kau dengar dari suara hujan yg mendesah itu?
Hanya hembus nafas nya terdengar merdu..
Hanya lambai dahannya begitu lembut..

Mengaduk-ngaduk rasa
Mencabik-cabik jiwa
Antara logika
Dan sebersit asa

#
Tak hanya pohon mendesah..
Ia pun sama..
Desahan tiada akhir

Hujan tidak menghentikan tamu untuk datang berkunjung..

#
Bagai hujan, mengaduk2 tanah, yang membuat harum yg khas..
sederhana mu hujan,
Meruntuhkan bentuk ke egoisan
Pun ke diktatoran,

Lantas kau tanya,
Apa hal yg kita bicarakan.?

Ini tentu tentang rasa
Yg diwakili dari setiap bunyi tik..tik nya hujan..

#
Hujan ku,
Aku tau, kemarau selama ini meremehkan ku..
….
Aku tau, kemarau selama ini menyembunyikan mu..

Aku tau, kemarau meragukan mu..

Aku tau.
Aku tau itu.. !

Ini bukan kegombalan,
Layaknya awan yg menggoda dengan bualan,
Layaknya petir dengan sentakan…

#

Hujanku..
Ijinkan aku menyayangimu….

__
Serang. 18.10.2018

Iklan
Dipublikasi di BERANDA, Puisi, SASTRA ABDI | Meninggalkan komentar

Oktober 17, ini…


Saat bapak2 gede diibukota ribut tentang kuasa,
Kami dikampung sekeluarga sedang bingung, darimana biaya untuk melanjutkan sakola…

Saat ibu2 gede ribut arisan kuda,
Bapak saya sedang bingung, darimana ongkos untuk anak nya berangkat ke kota, melanjutkan cita-cita…

Saat saya sedang dikosan, makan mie instant yang tak bosan-bosan
Banyak relawan dadakan yg sedang bancakan

Saat dulu saya merenung, memikirkan penyakit yg tak kunjung urung
Di sana, dipusat negara, banyak persona yg pura-pura sedang kena asma

Dan
Saat kami sekarang sudah beranak dua,
Berita tentang aktifitas korupsi tak juga mereda
– malah merajalele…

*eh lela..


serang, Oktober 2017

 

Dipublikasi di BERANDA, Coretan, SASTRA ABDI | Meninggalkan komentar

……………………


Bukan
Bukan pada titik ini kita bertemu
Dan bukan
Bukan pada garis ini kita bertamu
pun bukan
Bukan pada bidang ini kita menyatu

Gelisah ruang disertai waktu
Gundah rasa menyatu jiwa

Sini dekat sayangku
Mendung awan gejala hujan
Cerah sinar tetanda terang

peluk,
cium,
dekap erat,
Pada tubuh yang terkadang bau karat,
Pada jari mu yang tak berhias barang berkarat,
Dan pada…
Ah.. aku mencintaimu dengan segala ketabahanmu
Raih, rengkuh, dapatkan!
Kamus menyerah sudah lama punah…

Dan
Laiknya tulisan kacangan sebelumnya
aku lupa
Lupa selupa lupanya
Akan apa judul yg harus diberikan
pada
Rona tulisan asa ini..
….
Jakarta, universitas jayabaya
14.12.2016
Serang, 6.02.2017
-rgs

 

Dipublikasi di BERANDA, Puisi, SASTRA ABDI | Meninggalkan komentar

Pengetahuan Dasar Refraktori


Berikut dibawah ini adalah link materi tentang pengetahuan dasar refraktori yang saya sampaikan pada One Day Course Refractories di Teknik Metalurgi UNTIRTA 2016. Barangkali ada yang membutuhkan, atau ada yang ingin menambahkan, terbuka untuk ruang diskusi.

Semoga menjadi manfaat untuk kita semua..

pengetahuan-dasar-refraktori

Dipublikasi di BERANDA, PEKERJAAN | Meninggalkan komentar

BAHAN BAKU REFRAKTORI KASTABEL


Refraktori kastabel adalah campuran agregat refraktori dan bahan perekat yang umumnya berupa semen alumina sehingga dapat mengeras secara hidrolis apabila ditambah air (hidrolic setting). Penggunaan refraktori kastabel semakin berkembang karena untuk aplikasi-aplikasi tertentu hal ini dirasa lebih menguntungkan disbanding penggunaan … Baca lebih lanjut

Galeri | Meninggalkan komentar

Bata Tahan Api jenis Isolasi (Insulation Brick)

Galeri ini berisi 2 foto.


Bata Tahan Api jenis isolasi (insulation brick) yang selanjutnya di sebut bata isolasi dalam tulisan ini merupakan salah satu jenis refraktori (material tahan temperatur tinggi) yang pada umumnya di gunakan untuk mengisolir/menahan/mempertahankan suhu pada suatu furnace. Pembuatan bata isolasi membutuhkan … Baca lebih lanjut

Galeri | Meninggalkan komentar

[poetry]:selingkuh


Apa yang kau dengar dari suara perselingkuhan yang mendesah itu…. Perkeliruan rasa? Kebimbangan jiwa? Atau sekedar permainan sepi Dari pribadi sang pencari …… Tak jelaskah Agama,igama pun ugama Tidak mengindahkan nya … Oh jagat pramudita… mur selalu setia dengan bautnya … Baca lebih lanjut

Galeri | Meninggalkan komentar