KBM Untirta Tolak SMUK

By: redaksi RADAR BANTEN

Selasa, 08-Juli-2008, 07:15:06

SERANG – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Untirta, menolak kebijakan seleksi masuk Untirta jalur khusus (SMUK) yang ditetapkan rektorat.

Penolakan mahasiswa disampaikan dalam aksi di dalam lingkungan kampus Untirta, Senin (7/7).
Aksi mahasiswa diawali dengan orasi di depan gedung KBM. Setelah 30 menit berorasi, puluhan mahasiswa melakukan sweeping ke sejumlah lokasi untuk mengajak mahasiswa bergabung untuk berunjukrasa. Namun karena sebagian besar mahasiswa baru saja dilepas untuk mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) hanya beberapa orang yang mengikuti.
Dari gedung KBM, mahasiswa melakukan longmarch ke gedung rektorat untuk kembali berorasi menyampaikan aspirasi. Di gedung rektorat mahasiswa melakukan aksi lempar tomat.
Dalam aksinya mahasiswa menegaskan, SMUK merupakan jalur masuk mahasiswa baru yang banyak pelanggaran yang dikhawatirkan menambah citra buruk kampus. Mahasiswa menyebutkan, pelanggaran di antaranya kurangnya sosialisasi membayar sumbangan mutu akademik (SPMA) yang ditetapkan minimal Rp 2,5 juta sehingga banyak mahasiswa yang terjebak, terdapat dua pungutan SPMA di fakultas dan universitas, tidak ada rapat senat dalam penetapan SPMA, tidak ada perencanaan keuangan yang jelas, tidak ada transparansi nilai dan indikator kelulusan. “Dengan banyaknya pelanggaran ini, banyak masyarakat yang merasa terzolimi,” ungkap Bachtiar dan Rikigana berbarengan, selaku kordinator dan dinamisator aksi.
Dalam aksinya, mahasiswa menuntut rektorat menolak kebijakan SMUK pada 2009 mendatang, menolak pungutan karena yang resmi hanya di universitas, mengembalikan pungutan yang diduga liar kepada mahasiswa dan menindak segala penyelewengan yang ada pada proses SMUK. “Harus dibuktikan bahwa mahasiswa yang masuk berdasarkan nilai bukan karena uang,” ujarnya.
Ketua Panitia SMUK Sadeli Hanafi belum bisa diminta komentarnya. Berulangkali dihubungi melalu telepon genggam menunjukkan nada sibuk. Kendati demikian, sebelumnya Sadeli Hanafi pernah menjelaskan kepada Radar Banten, jumlah peserta SMUK sebanyak 3.848. Ia menegaskan, biaya SPMA tidak menjadi faktor penentu kelulusan.
Diinformasikan, SPMA untuk jalur khusus ini minimal Rp 2,5 juta yang dibayarkan saat registrasi . Peserta tes dari keluarga miskin dapat melampirkan surat keterangan tak mampu.

Tentang Riki Gana

Riki Gana Suyatna
Galeri | Pos ini dipublikasikan di BERANDA, Opini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s