CARA KLASIFIKASI BATU BARA

Terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan batu bara, diantaranya yaitu berdasarkan umur geologi, kandungan petrografi, kemampuannya untuk teroksidasi, sifat coking, nilai kalor, maupun kombinasi dari sifat-sifat itu. Sistem yang banyak digunakan adalah sistem klasifikasi batu bara yang didasarkan oleh tingkat/derajat kematangan batu bara. Banyak standar berdasarkan sistem ini, antara lain yang dikembangkan oleh Inggris (National Coal Board of the United kingdom), ISO (International Organization for Standardization), dan ASTM (American Society of Testing Material). ASTM merupakan sistem klasifikasi yang paling banyak digunakan. Penentuan rank masing-masing batu bara didasarkan atas besarnya kandungan fixed carbon (% berat) pada basis basah-bebas bahan mineral (moisture-mineral matter free basis/ moist-mmf) dan nilai kalor (btu/lb) pada basis bebas-bahan mineral (dry-mineral matter free/ dmmf). Disamping itu juga sistem ini memasukkan sifat penggumpalan dalam pengelompokannya. Klasifikasi berdasarkan ASTM (ASTM D-388-84) dapat dilihat pada Tabel II.4.

Klasifikasi Batu Bara

Hasil analisa sampel batu bara biasanya memakai basis kering udara (air dried basis), untuk itu perlu dikonversi ke basis bebas bahan mineral (dry mineral matter free) menggunakan rumus Parr sebagai berikut [ASTM Standar, 1981]:

…………………………………… ( 2.1 )

…………………………………………… ( 2.2 )

Dimana FCdmmf (fixed carbon, % dry mineral matter free), FC ( fixed carbon, air dry basis), S (%, Sulphur), M (Moisture, % dry basis ), A (Ash, % dry basis), dan VMdmmf (Volatile matter ,% dry mineral matter free).
Bila kandungan fixed carbon pada basis kering dan bebas bahan mineral (FCdmmf) mencapai 69% atau lebih, penentuan kelas dapat langsung dilihat pada tabel klasifikasi ASTM, tetapi untuk batu bara yang mempunyai fixed carbon kurang dari 69% atau mempunyai kadar volatile matter lebih besar dari 31%, penentuan kelas dilakukan berdasarkan nilai kalorinya dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

………………………………………. ( 2.3 )

Dimana CVmmf (Calorific value, btu/lb, moisture mineral matter free), CV (Calorific value, btu/lb, air dried basis).

Tentang Riki Gana

Riki Gana Suyatna
Galeri | Pos ini dipublikasikan di BERANDA, KEILMUAN, Tambang Banten. Tandai permalink.

3 Balasan ke CARA KLASIFIKASI BATU BARA

  1. Agus Suhanto berkata:

    salah satu hobi saya adalah blog walking, kini, saya berkunjung ke blog Anda untuk mengucap happy blogging…
    Salam kenal dari Agus Suhanto.

  2. Riki Gana berkata:

    salam kenal kembali pak, senang rasanya bisa menambah rekan didunia blog….. happy bloging too..

  3. cha yauzzan berkata:

    sebenarnya ada berapa macam parameter kualits batubara itu sih ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s