Yuk belajar dari Wayang golek,, Lestarikan Budaya Kita

(libur sabtu minggu 17 Juni 2011 -iseng-iseng download wayang golek,,)

Jadi terkenang masa-masa dulu, mendengarkan golek di radio GBS Malingping sambil ”ngadapang” dengan secangkir teh manis dan ”kulub cau” di tengah rumah yang terbuat dari papan.. emh,,sungguh perpaduan yang tak bisa dilupakan.

Dipikir-pikir, disamping mengasah otak kanan, ternyata dari mendengarkan wayang golek banyak manfaat yang bisa kita ambil dan telaah ,, petuah, kebijakan serta nilai –nilai keagamaan lain yang dikemas secara berbudaya, santun dan tentu saja menyenangkan dengan diselingi lawakan-lawakan khas yang kadang diselingi kritik membangun untuk pemerintah dengan iringan musik dan nyanyian sinden yang membuat hati ”kagagas”.

Dilain sisi, dalam pagelaran wayang golek ternyata banyak bahasa atau peribahasa2 sunda yang khas yang kadang sudah kita lupakan. Untuk memperkaya khasanah budaya kita, mari kita lihat beberapa bahasa atau ungkapan2 tersebut: (ada yang tau artinya..???)

1. Bingah amarwata suta, bingahna kagiri-giri (ungkapan kegembiraan).
2. Tepindo damel (setuju, siap dilaksanakan)
3. Tungkul kana jukut, tanggah ka sadapan. (Konsep mawas diri)
4. Inget kana purwadaksina.(konsep mawas diri)
5. Ulah ujub, bilih gugur memeh tempur bilih perlaya memeh perang bilih pati memeh jurit (jangan sombong sebelum kita bertempur sebab ini yang akan mengakibatkan kejatuhan / kematian, artinya butuh analisa kuat saat melakukan sesuatu, jangan dulu berkoar-koar seperti tong kosong nyaring bunyinya).
6. Kaput biwir tiayeuna ku dzikir, supaya matuh, dimana tos matuh jadi matih,dimana tos matih hirup oge moal motah, salila ngikuti papatah. (hati-hati dalam bicara dan tingkah laku).
7. Heuyeuk-heuyeuk leungeun antay-antay tangan (prinsip kegotong-royongan).

dan masih banyak lagi kalo kita ”lenyepan hiji-hijina”…

**

Saya khawatir lama-lama budaya seperti ini terlibas oleh zaman, karena kalah ngetrend dengan budaya pop (budaya luar) yang lebih digandrungi para remaja… Kadang ironis, anak muda lebih bangga dan pede dengan budaya bangsa lain daripada budaya daerah sendiri, mereka malah takut disangka kampungan ketika mempertahankan budaya daerah tersebut.. Padahal semesetinya punya kearifan lokal dalam berbudaya, pan ada orang bijak mengatakan,, jika ingin bijak belajarlah seni dan kebudayaan….

Tentang Riki Gana

Riki Gana Suyatna
Galeri | Pos ini dipublikasikan di BERANDA, Opini. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Yuk belajar dari Wayang golek,, Lestarikan Budaya Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s