Catetan 1

Pandeglang,14 Februari 2016

20160203_063702

Beberapa tulisan ini akan saya tulis untuk menceritakan betapa inginnya saya menulis tapi entah kenapa selalu tak kesampaian (makanya blog ini pun sudah lama mati suri).

Betapa tidak kesampaiannya, angan2 selalu ada. Tapi selalu saja ada hambatan untuk memulainya. Malah terkadang terbersit pikiran konyol. Kenapa tak ada teknologi yang menjembatani untuk menulis tapi tak harus menulis. Misal saja cukup ada di hati dan kemudian komputer mengetiknya dan terbentuklah sebuah tulisan, sehingga ide dan gagasan terabadikan.

Seperti beberapa hari kebelakang, tepatnya tanggal 12 feb, hari jumat. Dimana diadakan sosialisasi sertifikasi keinsinyuran ASEAN selaku pengejawantahan kesepakatan era pasar bebas ASEAN, yang lajim disebut masyarakat ekonomi asean MEA – di berlakukan mulai tahun 2016.

Tak banyak memang yang ingin di tuliskan, sekedar menyayangkan akan proses tersebut yang sangat terlalu mendesak dan…terlambat. Dilain sisi banyak sertifikasi tapi belum ada pengakuan di masyarakat usaha kebanyakan. Sehingga, betapa numpuknya serifikat dan gelar keprofesian tapi rasanya belum adanya penghargaan yang sesuai untuk hal tersebut. Tak heran jika beberapa peserta dalam hal ini memprotes kegiatan ini, jadi semacam hal yang sia sia. Hanya sekedar menumpuk sertifikat dan gelar tanpa tau apa dan kapan harus digunakan.. atau lebih tepatnya tak ada sarana penyaluran dan penghargaan. Memang hal ini bisa dimaklumi sabab musababnya. Dan memang bukan rahasia umum, sudah galib di masyarakat indonesia. Lembaga yang bertanggung jawab dalam hal ini -pemerintah sangat kurang fokus terhadap hal ini, banyak praktisi dan birokrasi di indonesia lebih peduli akan politik di bandingkan dengan kegiatan2 profesi. Jadi tak heran hal yg sebenarnya penting menjadi sesuatu yang tidak seksi sama sekali.

Saat negara-negara lain sudah mempersiapkan MEA ini jauh-jauh hari. Kita malah sibuk dengan urusan politik, perpecahan partai, hater presiden lah, dan tetek tetek lain yang banyak bengeknya. Tak heran, undang undang keinsinyuran di kita baru di syahkan Tahun 2014, padahal MEA 2015, dan parahnya perpu sampai detik ini catatan ditulis, masih tak tau kapan akan ditelorkan. Kalah penting dengan UU pemilu, kasus papa minta saham, pembunuhan kopi sianida, proyek kereta cepat cina,de el el.

Tetapi jauh dari itu, sebagai orang indonesia yang selalu di doktrin untuk mengambil hal positif dari setiap kejadian. Sosialisasi sertifikasi ini pun tentu sangat bermanfaat, karena jika sama sekali tidak dilakukan…alhasil semua sungguh sungguh terlambat. Sebentar lagi pekerja,barang negara-negara tetangga menyerbu indonesia. Kita akan semakin termarginalkan, jika tidak berusaha untuk bercape ria mengejar standarisasi,terutama pada profesi.

…….

Riki Gana

Ketua forum Anggota Muda Persatuan insinyur indonesia Wilayah Banten 2015 – 2018

 

Tentang Riki Gana

Riki Gana Suyatna
Galeri | Pos ini dipublikasikan di BERANDA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s