Arsip Kategori: Puisi

” MERINDU HUJAN “


# Mengalirlah sudah dia mengalir deras Sejukkan tanah bumi sejukkan hati Mengalirlah.. # Apa yang kau dengar dari suara hujan yg mendesah itu? Hanya hembus nafas nya terdengar merdu.. Hanya lambai dahannya begitu lembut.. Mengaduk-ngaduk rasa Mencabik-cabik jiwa Antara logika … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di BERANDA, Puisi, SASTRA ABDI | Meninggalkan komentar

……………………


Bukan Bukan pada titik ini kita bertemu Dan bukan Bukan pada garis ini kita bertamu pun bukan Bukan pada bidang ini kita menyatu Gelisah ruang disertai waktu Gundah rasa menyatu jiwa Sini dekat sayangku Mendung awan gejala hujan Cerah sinar … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di BERANDA, Puisi, SASTRA ABDI | Meninggalkan komentar

[poetry]:selingkuh


Apa yang kau dengar dari suara perselingkuhan yang mendesah itu…. Perkeliruan rasa? Kebimbangan jiwa? Atau sekedar permainan sepi Dari pribadi sang pencari …… Tak jelaskah Agama,igama pun ugama Tidak mengindahkan nya … Oh jagat pramudita… mur selalu setia dengan bautnya … Baca lebih lanjut

Galeri | Meninggalkan komentar

#angin malam2


…. Menatap rintik-rintik bulir gerimis di kaca jendela, menyebar, mengkristal, kemudian pecah melebar….. begitu indah……… Ingat masa dulu, pada momen sprti ini, tarian pulpen diatas kertas menjadi rutinitas, menulis,,,. Menulis puisi ‘kacangan’ yg membuat hati riang… Beterbangan, tidak karuan… … … Baca lebih lanjut

Galeri | Meninggalkan komentar

#angin malam


……… (13/12 2013)….. Barangkali kita khilaf, Pada simpul yang ada Saat sesuatu menyapa dengan kelembutan….. Halo,,, mutiaraku… —Melayang,menerawang -mengawang2.. Jauh….jauh….dan begitu jauh….. sampai tiba pada titik tertentu, Tersadar, terbangun dari belenggu nafsu…. Selamat pagi desember… -rgs-

Galeri | Meninggalkan komentar

Hujan (di) kali ini..


‘Jangan kau goda aku hujanku, dengan rintikmu yang kadang membuat kepala mabuk kepayang, dengan derasmu yang membuat aku meriang, dan dengan dinginmu yang membuat aku mengerang…… ‘Jangan kau jamah aku hujanku, biarkan aku sendiri, tanpa bayang transparan riakmu, dan tanpa … Baca lebih lanjut

Galeri | Meninggalkan komentar

Boelan Satoe…


……….. detik-detik kadang tak terasa segera berlalu,, seiring rintik hujan yang meningalkan debu………. ah… ingin rasanya aku slalu mengenangmu rembulan, dengan semua kenangan yang kadang serasa terhinakan.. tapi, begitu memilukan…. masih disini… saat senyumpun senyumu terbias dibibir pagi, menusuk dihati, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SASTRA ABDI | 2 Komentar